Tak berkesudahan kasih setia Tuhan

5 Jul 20150 komentar



"Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya" (Ratapan 3:22)

Firman Tuhan hari ini memberikan tentang bagaimana kesaksian nabi Yeremia yang ia nyatakan dengan ratapan. Yeremia meratapi hancurnya kota Yerusalem sebagai akibat dari hukuman Allah. Kota Yerusalem menanggung hukuman Allah akibat dosa dan kejahatan umat israel. Namun demikian, kasih Allah juga dapat kita lihat melalui ratapan Yeremia ini. Kasih Allah itulah yang diungkapkan lewat ratapan Yeremia sebagaimana pada perikop ini bahwa "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan". Sekalipun amarah Tuhan nyata akan tetapi rahmatNya "selalu baru tiap pagi". Campur tangan Tuhan tidak berakhir pada murkaNya akan tetapi berakhir pada kasih setiaNya. Murka Tuhan hanyalah sementara tetapi kasihNya tetap untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, Yeremia mengaku bahwa hanya Tuhan sendirilah yang menjadi bagianya. Oleh karena kasih Tuhan jauh lebih besar dari murkaNya maka Yeremia menyerukan kepada umat Israel untuk senantiasa percaya kepada Tuhan. Semakin banyak orang saat ini menggunakan handphone untuk berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain. Semua alat-alat tekhnologi saat ini menjadi setiap orang yang menggunakanya akan dapat bekerja lebih cepat. Namun dalam kondisi yang sedemikian rupa, biarlah hidup kita tidak sesat. Semuanya itu akan berlalu. Iman kita harus tetap teguh bahwa hanya Allah sendirilah yang layak dipercaya. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi merupakan pemberian Tuhan yang mestinya kita pergunakan sesuai dengan kehendakNya.

Tuhan memberi kita waktu dan kesempatan untuk dapat hidup sesuai dengan kehendakNya. Seandainya Tuhan hanya mempertimbangkan dosa-dosa kita maka kematianlah yang menjadi bagian hidup kita. Tetapi karena kasih karuniaNya kita tidak binasa oleh penghakimanNya. Dan Allah tidak sudi membuang orang - orang berdosa kedalam kematian yang kekal. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kehancuran kota Yerusalem bukanlah hanya penghakiman semata melainkan menjadi bagian penting dalam proses pengajaran Allah terhadap umatNya. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Sekalipun terkadang kita menghadapi persoalan hidup, pergumulan dan penderitaan biarlah hal itu kita terima sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pendewasaan iman. Itu sebabnya Paulus menekankan pentingnya bergemah di dalam kesengsaraan, karena kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji menimbulkan pengharapan (Roma 5:3-5). Kasih Allah yang kekal dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Oleh bilur-bilurnYa kita disembuhkan. PengorbananNya memberi kita hidup yang kekal. Amin.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. Pisscor Berbagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger