Tuhan akan berperang untuk kamu

3 Mar 20140 komentar

"Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja" (Keluaran 14:14).













Tuhan akan berperang untuk kamu

Umat Israel menghadapi banyak tantangan dalam perjalanan dari Mesir menuju tanah Kanaan. Dimana setelah mereka keluar meniggalkan Mesir, bala tentara Firaun datang mengejar mereka dari belakang untuk menangkap dan mengembalikan mereka ke tanah perbudakan.
Oleh karenanya, umat Israel sungguh ketakutan atas pengejaran itu dan merekapun hampir putus asa dan berkata pada Musa, "Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir : Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang mesir" Pada saat mereka ingin meloloskan diri dari kerajaan itu, kembali mereka berhadapan dengan sebuah tantangan yang tidak mungkin dapat diatasi yaitu laut Teberau. Tidak ada jalan lain  kecuali harus menyebrangi laut Teberau  itu, sementara tentara Firaun yang mengejar mereka sudah semakin dekat. Mereka ingin berlari lebih cepat, namun laut Teberau telah terbentang di depan mereka.
Mereka mulai berpikir bahwa kematian ialah hal yang tidak bisa ditolak.
Dalam pergumulan yang seperti itulah Musa berbicara kepada bangsa Israel itu, "Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja". Diam bukan berarti tidak melakukan sesuatu atau "passip" tetapi justru harus semakin aktif bekerja. Diam berarti tidak bersungut-sungut, tidak iri dan tidak cemburu akan tetapi bekerja di dalam hati yang tulus.
Perjalanan hidup kita ialah ibarat perjalanan umat Israel. Kita sedang berjalan meninggalkan perbudakan menuju suatu tempat yang penuh dengan kedamaian yaitu Kanaan yang baru. Dalam perjalanan hidup kita, barangkali kita senantiasa dikejar dan ingin dikuasai oleh karakter yang jahat, kita kembali digoda oleh si iblis agar kita kembali kepada perbudakan dosa. Barangkali kita dapat merasakan bagaimana kejahatan dan dosa itu masih menggoda hati dan pikiran kita untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Ada banyak cara yang akan dipergunakan oleh iblis untuk kembali kepada jalan yang sesat, apakah ketika kita berada pada sukacita maupun dukacita. Dan pada saat itu kita berjalan meneruskan hidup ini, tentu saja kita masih menghadapi berbagai kesulitan , pergumulan dan dukacita. Oleh karena itu, Allah menyapa kita agar kita senantiasa diam, karena Dia akan berperang demi kita sendiri. Marilah kita melakukan pekerjaan kita dengan hati yang tulus dan biarlah hati kita jauh dari kecemburuan dan sungut-sungut yang dapat menghantar hidup kita kepada keputusasaaan. Amin
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. Pisscor Berbagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger