Jadikan firman Allah sebagai dasar hidupmu

23 Feb 20140 komentar

Jadikan firman Allah sebagai dasar hidupmu !

"Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnyasampai saat terakhir" (Mazmur 119:33).

Setiap manusia pasti menginginkan hidupnya untuk bahagia. Untuk mendapatkan kebahagiaan maka segala cara akan dilakukan, akan tetapi sering sekali kebahagian yang dikeja/ dicari hanya bersifat instan atau sementara, karena yang diperjuangkan adalah kebahagiaan diri demi pemenuhan nafsu manusia itu sendiri.
Banyak orang beranggapan ketika dia hidup makmur, kaya raya, punya jabatan, menjadi pemimpin akan mendapatkan kebahagiaan, sekalipun itu dapat ditemukanya, kebahagiaan itu masih jauh dari padanya. Demikian halnya di Zaman kita sekarang ini, orang mengejar kebahagiaan  hidup dengan mengejar yang instan sehingga ketidakpuasan diri senantiasa melingkupinya.
Bahkan banyak juga orang untuk mengejar kebahagiaan itu segala cara dilakukan termasuk merampas hak orang lain atau menyingkirkan orang lain, akibatnya manusia cenderung "liar" sehingga kebahagiaan itu jauh darinya.
Pada nats renungan ini kita diingatkan tentang apa yang menjadi kesaksian Pemazmur tentang Taurat Tuhan sebagai sumber atau dasar mendapatkan kebahagiaan itu. Dalam bahasa Ibrani Taurat, hukum dipakai kata Torah yang berarti pengajaran atau petunjuk. (Hal ini dihubungkan dengan petunjuk yang diberikan Tuhan kepada Musa di gunung Sinai) sampai akhirnya diartikan sebagai hukum Taurat. Torah ini merupakan peraturan yang harus ditaati untuk dapat memperoleh berkat Allah. Untuk mendapatkan kebahagiaan dan hidup yang sejati maka harus mendengarkan dan menaati petunjuk-petunjuk Allah (Torah), bukan dengan menyenangkan diri sendiri.
Ungkapan Pemazmur : "Perlihatkanlah kepadaku, buatlah aku mengerti, biarlah aku hidup, condongkanlah hatiku, aku rindu. Semuanya ini menunjukkan bagaimana kuatnya pengaruh Taurat itu dalam diri Pemazmur.
Keyakinan Pemazmur ini menyadarkan kita dizaman sekarang ini melihat perintah Allah (Firfman-Nya) sebagai dasar hidup anak-anak Allah. Sering sekali di dalam hidup ini, Alkitab kita pahami sebagai Firman Allah dan juga aturan hidup orang percaya, akan tetapi kerinduan untuk melakukan Firman itu dikalahkan dengan kerinduan kita mendapatkan kepuasan diri kita. Aturan yang ditetapkan di dalam Alkitab sering sekali kita anggap membatasi  kebebasan kita untuk melakukan kehendak kita, atau bahkan ada pemikiran Firman itu sendiri tidak lagi relevan dizaman kita sekarang. Apa yang salah ? bukan Alkitab, bukan pengajaranNya melainkan pengertian di dalam diri kita sendiri dalam arti pembenaran diri kita.
Pemazmur menyadari bahwa kecenderungan manusia melihat dari keinginan dagingya sehingga permohonanya adalah lakukanlah mataku dari yang hampa, lakukanlah celaku. Hal ini berhubungan dengan pemahaman akan apa yang senantiasa dikejar manusia dalam kehampaan, kesia-siaan dimana mengejar sesuatu hanya untuk kepuasan diri sampai kepada perbuatan-perbuatan jahat, tak beriman dan tidak peduli akan sesama manusia.
Pemahaman Pemazmur menunjukkan bahwa melakukan Taurat Tuhan adalah menanggalkan sifat-sifat ketidakpedulian satu dengan orang lain. Seorang yang setia melakukan Taurat Tuhan adalah orang yang melakukan kehendak Allah dengan menunjukkan kehendak Allah di dalam dirinya. Kehendak Allah adalah Kasih atau mengasih.
Jadi seseorang yang melakukan kehendkan Allah menunjukkan perubahan dirinya dengan mengasihi orang lain sekalipun banyak pengorbanan yang harus dilakukanya. Maka kesetiaan melakukan Taurat Tuhan akan mengubah manusia itu sendiri dalam mengenal akan dirinya sekaligus megasihi sesamanya, dan itulah menjadi kebahagiaan sejati.
Firman Tuhan mampu mengubah kita untuk melihat, berjuang dan berharap akan kebabhagiaan. Firman juga menerangi hati dan pikiran kita sehingga menanggalkan ego serta pembenaran diri kita, sebab dengan mengerti dan melakukan Firman itu sendiri harus merendahkan diri dihadapan kuasa Tuhan. Seperti dalam lagu "FirmanMu p'lita bagi kakiku terang bagi jalanku", menghantarkan kita kepada penerangan yang benar kepada tujuan yang pasti. Ketika kita mengejar kebahagiaan yang sejati "Jalanilah hidup ini dengan Firman Tuhan, dan hiduplah dijalan-Nya). Amin.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. Pisscor Berbagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger