Roh Kudus menuntun untuk berdoa dan berpengharapan

27 Mei 20120 komentar

Semua orang sangat memerlukan pengharapan, karena pengharapan menciptakan kesabaran, keadilan, keberanian dan penguasaan diri. Jadi pengharapan adalah kebajikan yang mulia dan penting. Disini Paulus mengatakan bahwa "segala mahluk sama-sama mengeluh" dan "merasa sakit ketika bersalin". Itu artinya keadaan alam yang menyedihkan sedang berlaku bagi seluruh mahluk, tetapi keadaaan itu tidak akan berlangsung terus tetapi akan menghasilkan keadaan yang lebih baik, yaitu pengharapan yang berbuah.

Roh Kudus meneguhkan pengharapan anak-anak Allah akan keselematan kekal pemberian Bapa. Pengharapan itu menumbuhkan semangat serta sifat yang pantang menyerah sekalipun realitas dunia ini begitu parah. Pengharapan Kristen tidak dapat dilihat secara kasat mata sebab pengharapan itu menyangkut kemuliaan yang belum ada di dunia ini, ia merupakan suatu "dunia baru"  yang akan dinyatakan kelak. Oleh karenanya, pengharapan itu membawa kita kepada ketekunan dan kesabaran, yang mengandung unsur perjuangan. Sebab ada pertentangan antara pengharapan dan kenyataan, sehingga dibutuhkan kesetiaan kepada Allah.

Tanpa Roh Kudus, kita tidak mungkin dapat menyampaikan keluh kesah kita kepada Allah dalam bentuk doa. Kita memiliki kelemahan, kelemahan kita bukanlah kekurangan perhatian kita dalam berdoa atau kurang khusuknya kita berdoa, melainkan ketidakmampuan kita untuk menyatakan keinginan kita dengan kata-kata yang memadai, padahal itulah cara yang sebenarnya harus dipakai dalam berdoa. Kata-kata itu harus sesuai dengan kemuliaan Allah, sebab berdoa kepada Allah, harus dengan 'bahasa Ilahi'. Akan tetapi itu tidak mampu sebab kata-kata kita dipenuhi dengan noda, maka kita membutuhkan pengantara. Pengantara itu ialah Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Roh itu akan berdoa untuk kita kepada Allah. Dia akan melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan, yaitu berdoa kepada Allah. Roh berdoa untuk kita kepada Allah.

Dalam zaman yang serba sulit seperti sekarang, pengharapan kita mendapat tantangan. Keimanan yang kokoh seringkali dijawab dengan realitas penderitaan. Penderitaan yang datang bisa-bisa membuat lidah kita kelu, tidak mampu lagi mengucapkan kata-kata dan doa. Sehingga tidak jarang iman dan pengharapan kita gugur di tengah jalan. Firman Tuhan ini sungguh suatu penghiburan yang meyakinkan kita bahwa kita dapat berkomunikasi dengan Allah dalam doa. Dikala kita dalam kebimbangan atau mengalami tekanan berat, kita tdiak perlu khawatir, jika kita tidak dapat menemukan kata-kata untuk menyatakan perasaan dan pikiran  kita. Disaat kita tidak tahu lagi, apa yang harus kita doakan, Roh Kudus "berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan." Amin

Syalom-Tuhan Memberkati
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. Pisscor Berbagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger