Yesus tersalib oleh kita

17 Apr 20120 komentar

1 Petrus 2:18-25
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya dikayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh". (1 Petrus 2:24).

Dalam lukisannya yang berjudul "The Raising of the Cross", Rembrandt melakukan sesuatu yang tidak lazim dalam dunia lukis di Eropa saat itu. Ia melukis dirinya sendiri sebagai salah satu orang yang menyalibkan Kristus. Kesedihan menggelantung di raut wajahnya. Namun, kedua tanganya terlihat bersemangat memegang kayu salib. Melalui lukisan tersebut, ia menyampaikan sebuah paradoks. Ia tidak suka Kristus disalibkan, tetapi dosanyalah yang membuat Kristus naik keatas kayu salib. Jauh sebelum Rembrandt lahir, Rasul Petrus telah memahami kebenaran ini. Walau Kristus mati dengan cara disalibkan-sebuah eksekusi yang ditujukan hanya bagi para kriminal kelas kakap, hukuman mati-Nya bukanlah karena Dia adalah seorang penjahat. Dengan tegas Petrus menyatakan bahwa Kristus tidak berbuat dosa (Ayat 22). Bahkan, selama Yesus menjalani hukuman, Dia tidak mengeluarkan caci maki dan erangan kemarahan sebagaimana yang sering dilakukan oleh para terpidana mati zaman itu (Ayat 23). Mengapa Dia harus mati disalibkan ? Karena Dia hendak memikul dosa-dosa kita (Ayat 24). Dia menggantikan kita untuk menanggung hukuman dosa kita, supaya kita "sembuh"; supaya kita keluar dari ketersesatan kita dan kembali kepada Bapa surgawi (Ayat 24-25).
Ketika kita memandang salib, apakah kita hanya melihat Kristus dan kerumunan orang-orang yang membenci-Nya? adakah seperti Rembrandt, kita melihat diri kita pun hadir disitu dan turut menyalibkan Dia? Berlututlah di bawah salib itu dan katakanlah dari hatimu, "Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau rela mati bagiku!" Amin.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. Pisscor Berbagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger